Senin, 28 November 2011

puisi part1

PUISI

ANUGRAH-MU
Bunga bunga bermekar tersinar matahari
Dedaunan hijau ikut syahdu menerima kehidupan
Sungaimu yang menyala tak henti terkuras
Ikan mahkota menari riang bergerombol riang

Kubuka mata kulihat luas dunia
Kuhirup dahaga wangi mempesona
Kusentuh ukiran ciptaanmu yang lain
Maha sempurna cipta

Langit, laut, tanah, udara
Tak mampu kujelaskan barisan sempurna
Bidadari surga begigi berlian rapih
alangkah indah jamuanMU


SENJA PERPISAHAN
detik sungguh indah
hingga ku terbuai di buatnya
menjamahi keindahan karya tuhan
bersamamu kasih
ku terdiam merenungi bisikan angin
memejamkan mata seraya ku bersyukur
mentari seakan mengerti rasaku
ia malu tuk kembali menerangi ufuk timurnya

senja pun menyambut
tetes air mata berlinang di hamparanya
deras entah kenapa
akhirnya ku mengerti inilah senja perpisahan kita kasih


SEDIH MENGHUJAM
Handphoneku bergetar malam kemarin
Seperti biasa kuangkat dan kutekan tanda ok
Setelah terlihat siapa yang menelpon
Hatiku bergetar juga

Kau pergi tinggalkan kenangan di ketinggian
Coba larutkan dan kau bekukan
Dengan sedikit suara lucumu
Niat sekali rayu aku

Mengapa kau hadir
Sedangkan indramu bukan hakku
Mengertilah keadaanmu
Kau sudah guncang diri ini

Pernahkah kau merasakan sebingkai kunci
Yang pernah berputar sendiri
Diatas telapak manismu
Kau sempurnakan lukaku menjadi bengkak

Andai kutahu di jari manismu ada logam indah disana
Sifat sayangku tak akan mendekat
Satu rahasia…aku tau itu dan tapi kau pergi tinggalkanku


HUJANI AKU CINTA
Langit gelap bercahaya cairmu
Mendung datang mengais hatiku yang sepi
Jejakku dingin tak ada rasa
Tubuhku suram tak ada pelukan

Aku biasa disini..
Dikeramaian sekitar alang-alang
Sahabatku berkata ayuk kamu kapan
Tapi hanya kujawab dengan senyuman

Rintisku pasti akan mangahssilkan
harapan yang telah lama aku pupuk pasti akan datang
ini harapanku kawan kawan
Suatu saat kau kan melihat

AKu di depan keramaian dan makanan
Bersandingkan kasih sayanag
Waktu sudah tiba
Tak perlu sungkan






ARTI HADIRMU
Aku termenung ditengah gelapnya malam
Dibawah cahaya rembulan aku terdiam
Gemerincing hujan nyanyikan lagu rindu
Smilir angin hembuskan kenangan

Goreskan luka yg tak kan pernah sirna
Aku disini bertemankan sunyi yg tak jua pergi
Aku tak prnah tau arti sunyi saat kau disampingku
Aku tak pernah mengerti sakitnya luka saat kita masih bersama

Setelah dirimu jauh, barulah aku sadar
bahwa kaulah arti hidupku
Bahwa kamulah pngobat luka